بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmatnya kepada kita semua, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada beliau nabi Muhammad SAW
Bermunasabah dengan datangnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini kita sebagai umat muslim merasa kedatangan tamu yang agung dan penuh kegembiraan dan kita selalu menanti nantinya, dalam bulan ini penuh dengan keberkahan dan keutamaan-keutamaan di dalamnya. Allah SWT sangat memulyakan orang-orang yang melakukan ibadah puasa dan tidak ada yang tahu balasan yang di berikan pada orang-orang yang berpuasa kecuali hanya allah sendiri yang tahu dan allah telah merahasiakannya, seperti yang di katakan oleh Rasulullah SAW :
كل عمل ابن ادم يضاعف الحسنات بعشر امثالها الى سبعمئة ضعف قال الله تعالى الا الصوم فانه لى وانا اجزى به
( رواه الشيخان )
“semua amalnya anak adam itu di lipat gandakan,amal kebaikan di lipat gandakan sepuluh kali bahkan sampai tuju ratus kali, Allah SWT berkata : kecuali puasa, sesungguhnya puasa hanyalah untukku dan aku yang akan membalasnya” . HR. Bukhori muslim
Di bulan ramadhan inilah Allah SWT mewjibkan bagi setiap muslim untuk melakukan ibadah puasa sebagaimana telah di firmankan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an Al- Karim
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
“Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan bagi kalian berpuasa seperti halnya di wajibkan atas orang-orang sebelum kalian supaya kalian semua bertaqwa”
Begitu pula Rasulullah SAW bersabda :
صوموا لرؤ يته وافطروا لرؤ يته فان غم عليكم فاكملوا عدة شعبان ثلا ثين يوما ( رواه الشيخان )
‘berpuasalah kalian semua karena melihat hilal dan berbukalah kalian semua karena melihat hilal, apabila terhalangi oleh mendung maka sempurnakanlah tigapuluh hari di bulan sya’ban” HR. Bukhori muslim
Dengan di wajibkannya ibadah puasa bagi umat muslim maka wajib pula mengetahui ilmunya terlebih dulu sebelum melakukan puasa dan kewajiban ini hukumnya fardhu ain bagi setiap orang yang mau melakukan puasa seperti halnya kewjiban mengetahui ilmu zakat bagi orang yang mempunyai harta satu nisob dan sudah waktunya mengeluarkan maka wajib pula baginya mengetahui ilmunya terlebih dahulu.
Dengan ini penulis ingin sedikit memberi wacana tentang puasa mulai dari pengertian, syarat, rukun, dan sedikit permasalahan-permasalahannya, walau tidak lengkap dan sempurna minimal bisa membantu mengingatkan sauadara-saudara kita yang lupa, sehingga kita semua tahu akan cara-cara puasa yang benar dan di katakan sah menurut syariat.
1. Pengertian puasa
Puasa secara bahasa adalah menahan, dan secara syara’ adalah menahan dari segala perkara yang membatalkan di sertai dengan niat, di mulai dari munculnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari dan di lakukan oleh orang muslim yang suci dari haid dan nifas.
2. Syarat wajib puasa
1. Islam
2. Balig
3. Berakal
4. Mampu untuk puasa
Bila seseorang sudah menetapi empat syarat ini maka wajib baginya untuk berpuasa, sebaliknya bila empat syarat ini tidak terpenuhi maka tidak wajib baginya untuk berpuasa.
3. Beberapa fardhu ( kewajiban ) yang harus di lakukan dalam puasa
1. Niat ( Niat ini harus di lakukan malam hari sebelum puasa )
2. Menahan dari makan dan minum
3. Menahan dari jima’ ( bersetubuh antara suami istri )
4. Menahan dari menyengaja muntah
4. Perkara-perkara yang membatalkan puasa
1. Masuknya sesuatu pada kerongkongan dan dalam kepala ( otak )
2. Menyengaja muntah
3. Bersetubuh
4. Mengeluarkan seperma di sebabkan bersentuhan
5. Haid ( datang bulan ) atau nifas
6. Gila
7. Murtad
5. Sunah-sunah puasa
1. Menyegerakan berbuka bila sudah yakin waktunya
2. Mengakhirkan sahur selagi tidak ragu keluarnya fajar shodiq
3. Meninggalkan bicara kotor
6. Kewajiban orang yang meninggalkan puasa
1. Wajib qodho’
Bagi orang yang meninggalkan puasa tanpa alasan.
2. Wajib qodho’ dan membayar fidyah ( Denda )
Bagi :
1. Orang yang tidak puasa karena kawatir pada selain dirinya sendiri, seperti wanita menyusui yang kawatir pada anaknya.
2. Orang yang tidak puasa dan ia tidak menggantinya sampai bulan puasa berikutnya.
3. Wajib membayar fidyah saja
Bagi orang yang tidak mampu melakukan puasa seperti orang yang sangat tua atau orang sakit yang sudah tidak disharapkan sembuhnya.
4. Tidak wajib qodho’ dan fidyah
Bagi orang yang tidak puasa karena gila.
5. Wajib qodho’ dan membayar kafaroh
Bagi orang yang merusak puasanya dengan bersetubuh.
Fidyah : untuk satu harinya di ganti dengan memberi makan pada orang miskin 1 mud ( 679,79 gr) beras.
Kafaroh :
1. Memerdekakan budak perempuan mukmin, apabila tidak mampu maka
2. Puasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak mampu maka
3. Memberi makan 60 orang miskin, perorangnya 1 mud
Problematika dalam berpuasa
1. Kemasukan air
Kemasukan air ini sering terjadi pada kita dengan tanpa sengaja seperti pada waktu kita mandi, berkumur, dan membersihkan rongga hidung. Hal ini di tafsil menjadi dua
1. Apabila mandi atau berkumur tersebut disyari’atkan ( disunnahkan atau diwajibkan ) seperti berkumur sebelum wudhu, mandi jum’at atau junub maka tidak batal
2. Apabila tidak disyari’atkan maka membatalkan puasa.
Referensi: Al-Bajuri Juz 1 Hal 290
وكذا لو سبق ماء المضمضة اوالاستنشاق من غير مبالغة فيهما او ماء غسل مطلوب ولومندوبا كغسل جمعة الى جوفه فلا يضرلتولده من مأمور به بغير اختياره الى ان قال ....s بخلاف ماء غسل غير مطلوب كغسل تبرد فانه يضر سبقه الى الجوف لأنه تولد من غيرماموربه
2. Suntik
Seperti yang kita ketahui suntik adalah alat untuk Memasukkan obat kedalam tubuh dengan cara menusukkan jarumnya ke pantat, lengan atau yang lainnya. Dalam kacamata fiqih suntik tidak sampai membatalkan puasa karena tidak sampai masuk pada kerongkongan tubuh
Referensi: 1. Al-Bajuri juz 1 Hal 291, 2. I’Anatut tholibin juz 2 Hal 258
· ( قوله الى ما يسمى جوفا ) اى وان لم يكن فيه قوة احالة االغداء الى ان قال .... بخلاف نحوداخل ورك وفخذ
· ( قوله الى ما يسمى جوفا ) متعلق بدخول وخرج به ما لا يسمى جوفا كداخل مخ الساق او لحمه فلا يفطر بوصول شئ اليه
3. Infus
Infus adalah memasukkan cairan, darah, atau obat kedalam tubuh dengan perantara jarum yang di tusukkan pada vena ( pembuluh darah ) di bagian anggota tubuh, karena memasukkan cairan tersebut dengan jumlah banyak maka sangat di memungkinkan sekali masuk kedalam kerongkongan tubuh. Dengan alasan di atas maka infus dapat membatalkan puasa.
Referensi : Al-Majmu’ juz 6 hal 352
( فرع ) لو طعن نفسه او طعنه غيره باذنه فوصلت السكين جوفه افطر بلا خلاف عند نا سواء كان بعض السكين خارجا ام لا
4. Menelan air ludah
Menelan air ludah sendiri tidak membatalkan puasa dengan beberapa ketentuan
1. Murni air ludah ( tidak bercampur dengan yang lain )
2. Masih berada di dalam mulut ( tidak air ludah yang sudah keluar dari mulut )
3. Tidak menyengaja di kumpulkan ( apabila sengaja di kumpulkan maka hukumnya khilaf dan qoul yang ashoh tidak membatalkan )
ابتلاع الريق لا يفطر بشروط احدها ان يتمحض الريق فلو اختلط بغيره وتغير به افطر با بتلاعه الشرط الثا نى ان يبتلعه من معد ته فلو خرج عن فيه ثم رده بلسا نه او بغيره وابتلعه افطر السرط الثالث ان يبتلعه على هيئة المعتا ده فان جمعه ثم ابتلعه فوجهان اصحهما لا يفطر
5. Tetes mata
Bila mata kita sakit atau terasa perih yang di sebabkan karena iritasi sering kita mengatasinya dengan obat tetes mata, dan terkadang terasa pahit di tenggorokan di sebabkan tetesan tersebut, tetes mata ini tidak sampai membatalkan puasa walau terasa pahit pada tenggorokan, berbeda dengan meneteskan obat dalam telinga, maka membatalkan puasa.
Referensi : Al Fiqhul Manhaji ala Madzahibil Imam Asy Syafi'i halaman 84:
فَا لقطرة في الأذن مفطرة لأنها منفد مفتوح والقطرة في العين غير مفطرة لأنه منفد غير مفتوح
6. Pekerja keras
Bila orang mempunyai pekerjaan yang sangat sibuk mka di perbolehkan ifthor (meninggalkan puasa) dengan syarat sebagai berikut
1. Tidak mungkin di kerjakan setelah bulan ramadhan
2. Tidak mungkin di lakukan di malam hari
3. Tidak mampu megerjakan dala kedaan berpuasa
4. Malamnya harus melakukan niat, bila siangnya merasa berat maka baru membatalkan
5. Berniat mendapat kemurahan
6. Tidak melakukan pekerjaan hanya ingin tidak berpuasa
Referensi : bugyatul musytarsyidin hal 113 , ( di baca sendiri za, maaf gak sempet mencatat ibaratnya )

0 comments
Posting Komentar